Pindah Hosting dan Mulai Menulis Lagi

2
166
Centum City Building
Centum City Building - Korea Selatan (Februari, 207)

Tidak terasa sudah empat tahun saya berusaha mempertahankan blog ini agar tetap online. Sayangnya selama empat tahun itu juga, saya mengalami beberapa “cobaan” (*kaya apa aja :D) ketika mempertahankannya.

Kalau tidak salah hitung, sejak empat tahun lalu setidaknya saya mengalami 5x blog tidak dapat diakses dan beberapa datanya tidak bisa diselamatkan karena kecerobohan saya sendiri.

Walaupun saya faham betul pentingnya melakukan backup data, tetapi seringkali saya selalu kalah dengan rasa malas yang diiringi dengan bisikan terlalu optimis seperti:

ahh ga usah di-back-up dululah, dijamin lancar proses updatenya, lagian kalau ada apa-apa kan bisa minta rollback ke pihak hostingnya

 

Sialnya sekitar satu bulan yang lalu, website tidak bisa diakses lagi seperti kejadian-kejadian sebelumnya.

Awalnya saya menduga hal ini disebabkan karena gagalnya proses update wordpress dan plugin yang memang saya set otomatis.

Tapi setelah mengakses halaman cpanel, kaget juga ketika melihat file wordpress yang ada tidak lengkap. Yang tersisa hanya beberapa file saja.

Karena saya tidak memiliki file backup, maka hari itu juga saya menghubungi pihak hosting untuk meminta proses rollback ke tanggal tertentu.

Saatnya Pindah Hosting

Sudah sial, tertimpa tangga. Mungkin itu ungkapan yang pas untuk kejadian ini.

file backup yang dimiliki pihak hosting (backup harian, mingguan dan bulanan) ternyata tidak mengandung (*kaya ibu hamil aja :p) file-file yang lengkap sehingga proses rollback yang dilakukan tidak dapat mengembalikan website ini seperti sediakala.

Kejadian ini berujung pada debat-kusir dengan pihak hosting selama kurang lebih 2 minggu. Yang pada akhirnya membuat saya memutuskan untuk pindah hosting ke tempat lain.

Saya tidak akan menyebutkan nama penyedia hostingnya, tetapi hal ini cukup membuat saya kecewa berat. Terlebih staff yang membalas “tiket” keluhan saya, sama sekali tidak menyampaikan permintaan maaf mengenai tragedi backup file yang tidak lengkap.

Bahkan cenderung terkesan : “Ya salah sendiri ga punya backup, jangan hanya ngandelin backup dari pihak hosting.” 😀

Saya akui memang saya salah, tapi saya jadi kebayang kalau ada client yang punya website dengan konten yang super banyak, lalu mengalami hal yang sama dengan saya.

Penyedia hosting ini bisa dibilang cukup terkenal, karena salah satu founder-nya adalah ahli IT favourite saya. Sang founder cukup aktif menulis buku dan diskusi di forum-forum online sekitar tahun 2000-an.

Hal itulah yang membuat saya percaya untuk memilih peyedia hosting tersebut sebagai tempat bernaungnya website pribadi saya dan beberapa website client dari proyek yang saya kerjakan.

Mulai Menulis Lagi

Mengingat saya tidak memiliki file backup, mau tidak mau ya mulai menulis lagi.

Sebenarnya ada sih file backup. Tapi kalau saya perhatikan, konten yang pernah saya tulis rasanya sudah out-of-date dan blog yang sekarang perlu konten-konten yang lebih fresh.

So karena itu saya memutuskan untuk mulai menulis lagi. Walaupun hal ini perlu waktu dan perlu sabar meilhat blog yang kosong melompong hingga nanti terisi kembali. 😀

Semoga kejadian yang menimpa saya tidak menimpa teman-teman. Happy blogging !

  • Muhammad Idil Haq Amir

    Oh gitu ya pak. Sedih ya blognya ilang semua 🙁 Padahal saya pembaca setia lo :v

    • taufiknuradi

      Dil. telp orang tua dulu. pada nyariin tuh orang se-indonesia :p